Menu Home

Narsis

Kulihat bayanganku di cermin.

Ya Tuhan, aku cantik sekali.” Pikirku sambil tersenyum-senyum melihat begitu sempurnanya bentuk mata, alis dan hidungku. Bulu mataku yang panjang dan lentik, bibirku yang penuh, wajah tirus dan daguku yang runcing. Rambut hitam tebalku tergerai dengan indah di atas bahu, memberikan siluet yang indah atas tubuhku yang ramping semampai.

Fisikku sangat sempurna sekali.

Gaun merah muda yang melambai-lambai terkena angin entah darimana, dipadukan dengan sepatu hak tinggi dengan warna senada, meningkatkan penampilanku menjadi lebih menarik lagi. Kuselendangkan tas kesayangan yang berharga puluhan juta Rupiah di bahuku, dan aku pun mulai berjalan.

Dengan senyum manis kupandang orang-orang di mall yang memberikan tatapan kagum ke arahku. Seorang pria bahkan tidak sadar berjalan terus dengan mata terpaku kepadaku, hingga akhirnya dia menabrak tembok di hadapannya!

Beberapa anak kecil pun menghampiriku.

“Kakak, kakak cantik banget sih, lebih cantik daripada artis-artis!” Komentar anak-anak itu yang kujawab dengan senyuman manis.

Kulangkahkan kaki jenjang ini dengan langkah yang gemulai, ketika tiba-tiba seorang pria sangat tampan dengan mata tajam menghampiriku. Pria itu membawa setangkai bunga mawar!

“Untuk malaikat cantik yang baru jatuh ke bumi,” ujarnya.

Kuambil bunga mawar itu dan terus melangkah.

Sampai tiba-tiba, ada teriakan ibu-ibu di belakangku, sambil mendorong badanku ke kolam ikan di tengah mall, wanita itu berteriak:

Lilis! Bangun!! Anak gadis jam segini masih molor!”

Byur!!!!!!!!!!!

Seteko air es membangunkanku seketika!

“Emak, tega amat sih! Lilis lagi mimpi indah, tau!” Sungutku kesal.

Kupandang wajah dan rambut basahku di cermin. Hmm.. Hidung pesek dan mata sipitku sudah kembali lagi.

Emak pun kembali berteriak dari dapur.

Kagak peduli gue, palingan lo mimpi narsis lagi! Dari tadi senyam senyum sendiri! Ganti baju cepet! Bantu Emak belanja ke pasar!”, teriak Emak lagi.

Dengan berat hati kulangkahkan kakiku yang sudah tidak jenjang lagi dan menerima kenyataan kalau aku harus menunggu malam untuk menjadi cantik kembali.

#30DWC #30DWCJilid25 #Day17

Categories: 30DWC

Tagged as:

dewimayangsari

Hello - I love writing random stuff from fiction to mental health to relationship to productivity to travel stories. Hope you can enjoy my writings! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: